Kapendam: Personel Kodim Jayapura Tanggap Membantu Warga Terdampak Banjir Dan Longsor

Jayapura – Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengungkapkan, personel Kodim 1701/Jayapura dengan cepat membantu warga yang terdampak banjir dan longsor terjadi di wilayah Jayapura, Jumat.

“Dengan adanya peningkatan curah hujan yang tinggi disertai dengan angin di wilayah Papua, khususnya di Jayapura, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono telah memerintahkan seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk melaksanakan siaga vencana,”ungkap Kapendam.

Kapendam menegaskan, seluruh satuan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih telah siaga dan siap membantu saat terjadi bencana.

“Kami terus memonitor perkembangan situasi serta kondisi terakhir akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Jayapura dengan menyiagakan personel Kodam untuk digerakkan dalam penanganan bencana,”ujarnya.

Saat terjadinya bencana banjir dan longsor di Jayapura pada Kamis (6/1), menurut Kapendam, satuan Kodim 1701/Jayapura dengan cepat telah membantu warga yang terkena dampak banjir dan longsor akibat hujan disertai angin.

“Personel TNI dari Kodim Jayapura bersama warga melakukan evakuasi warga yang terkena banjir dan longsor,”ujar Kapendam.

Di tempat terpisah, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Richard Sangari menyebut personel Kodim telah berada di lokasi terjadinya bencana untuk membantu evakuadi warga korban banjir dan longsor.

“Di wilayah Koramil 1701-01/Sentani terdampak banjir dan longsor di depan Polsek Sentani Timur dan di Kampung Nendali, banjir setinggi 40 cm di depan Stadion Utama Lukas Enembe. Dilokasi ini tidak ada korban jiwa dan meteriil,” jelas Dandim Jayapura.

Diakui Letkol Ricards Sanggari, Kodim 1701/Jayapura telah berkoordinasi dengan Polsek Sentani Timur untuk jalan dibuka 1 arah dan berkoordinasi dengan distrik, Polsek serta BNPB untuk memonitor perkembangan situasi wilayah di Sentani.

Dandim mengatakan bencana banjir dan longsor di wilayah Koramil 1701-02/Jayapura Utara banjir setinggi 20 centimeter di Kelurahan Gurabesi, banjir setinggi 50 centimeter di depan kantor Gubernur Papua dan banjir setinggi satu meter di Kelurahan Tanjung Ria.

“Sedangkan terjadi longsor di Kelurahan Gurabesi Komplek Klofkamp, belakang Pomdam XVII/Cenderawasih dan di Kelurahan Trikora. Kejadian ini mengakibatkan terjadi korban meninggal dunia empat orang dan dua unit rumah rusak karena longsor serta 50 rumah terdampak banjir,”ungkapnya.

Dandim menambahkan, di Koramil mil 1701-03/Abepura yang terdampak banjir setinggi satu meter warga Perum Organda, Pasar Baru Youtefa dan Pasar Youtefa.

Serta banjir setinggi 50 centimeter di antaranya Perumnas 2 dan 3, Kotaraja Dalam, banjir depan Bina Marga Tanah Hitam, Kali Acai, dan kawasan Expo Waena.

“Kerugian di wilayah ini tidak ada korban jiwa, namun sekitar 100 rumah terdampak banjir. Telah dilaksanakan evakuasi warga yang terdampak banjir. Saat ini sebagian besar warga masih bertahan di sekitar rumah masing-masing karena air mulai surut,” tambah Dandim.

Wilayah lain yang berada di wilayah Koramil 1701-09/Japsel yang terdampak banjir antara lain banjir setinggi 20 cm depan CV Thomas Entrop.

Serta banjir setinggi 1,5 meter di belakang PTC Entrop, banjir setinggi satu meter di Komplek SMA 4, banjir setinggi 1 meter di gang Matoa, banjir setinggi 1 meter di Polimak Bambu Kuning.

“Tidak ada korban jiwa dan sekitar 100 rumah terdampak banjir. Pengaturan Lalulintas di wilayah terdampak banjir telah dilaksanakan dan warga lain ikut saling membantu. Saat ini warga masih bertahan di sekitar rumah masing-masing meski ketinggian air sudah mulai surut,”ujarnya.

Dandim menyebut, wilayah lainnya masih relatif aman dan terus dilaksanakan monitoring perkembangannya.(Ant)