Polisi Minta Masyarakat Papua Tidak Takut Dengan Gangguan KKB

Jakarta – Polri meminta kepada masyarakat di Papua untuk tidak takut dengan gangguan keamanan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., mengatakan pihaknya bersama TNI yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi telah berkomitmen untuk menjaga kedamaian di tanah Papua.

“Penegakan hukum di Papua tentunya masih tetap berjalan sampai sekarang. Di bawah komando dari Asops Kapolri tentunya sudah memetakan di sana kita saling koordinasi antara TNI-Polri dan kepolisian setempat dan Pemda, tentunya ingin memberikan kepada masyarakat Papua tidak ada rasa takut,” terang Kadiv Humas Polri, Kamis (06/05/21).

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut memastikan pihaknya juga bakal melakukan penindakan kepada KKB yang terus mengganggu keamanan di Papua.

Adapun penindakan dilakukan secara soft maupun hard power.

“Soft power yang dimaksud adalah disini memberikan sesuatu yang preventif. Jadi bisa melalui kegiatan bimas noken. Untuk hard power, kalau melanggar pidana ya akan kita proses,” terang mantan Karo Penmas Divisi Humas Polri

Pada tanggal 8 April 2021 lalu, KKB Papua di Kabupaten Puncak telah menembak mati seorang guru bernama Oktavianus Rayo.

KKB juga membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak.

Disusul tewasnya seorang pengemudi ojek bernama Udin akibat ditembak di area Pasar Ilaga Kabupaten Puncak oleh KKB pada tanggal 14 April 2021.

Tanggal 15 April KKB menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom.

Kemudian, Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu gugur dalam kontak tembak yang letaknya tak jauh masih di sekitar Puncak Papua, tepa0tnya di Distrik Beoga, Pucak, Papua pada 25 April 2021.

Setelah itu, Bharatu I Komang Wira Natha, anggota Resimen III pelopor Brimob Polri, meninggal saat kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (27/04/21). (Tbn)