Muktamar ke-14 PUI Kemensos Dukung Aksi Kebangsaan

Jakarta  – Kementerian Sosial (Kemensos) menyampaikan komitmen dukungan terhadap aksi-aksi kebangsaan dan aksi sosial dalam Muktamar ke-14 Persatuan Umat Islam (PUI) di Jakarta.

“Organisasi PUI ini organisasi yang punya sejarah panjang. Jadi kami dari pemerintah berkewajiban untuk mendukung kegiatan-kegiatannya karena visi keislaman dan visi kebangsaannya sama,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara usai acara yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat.

Mensos mengatakan kementeriannya siap mendukung kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan para kader PUI.

Seperti diketahui, PUI merupakan organisasi Islam yang memiliki sejarah panjang dan bergerak di bidang pendidikan dan sosial dalam rangka mensejahterakan umat.

Oleh karena itu, Mensos mengatakan merasa bersyukur dapat bergandengan tangan dengan organisasi Islam tersebut karena sekaligus dapat meringankan kerja keras Kemensos dalam rangka mensejahterakan rakyat.

“Karena ini organisasi yang bersejarah, anggotanya banyak. Jadi buat Kemensos kita beruntung bekerja sama dengan PUI. Artinya pekerjaan kita akan lebih ringan. Tentunya kita senang bekerja sama dengan PUI,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen dukungan Kemensos terhadap aksi kebangsaan yang dilakukan para kader PUI, Menteri Juliari secara simbolis memberikan bantuan kepada Ketua Majelis Syura PUI Ahmad Heryawan agar diberikan kepada mereka yang berhak dan sudah terpilih.

Total bantuan yang diberikan adalah Rp540 juta, terdiri dari bantuan sebanyak Rp7,5 juta dari Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial/Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalagunaan Napza dan bantuan sandang bagi lansia sebanyak Rp200 juta untuk seribu orang dari Direktur Pelayanan Sosial Lanjut Usia.

Berikutnya, Direktur Kesejahteraan Sosial Anak juga memberikan santunan bagi anak yatim sebanyak Rp50 juta untuk 500 anak, bantuan sembako Rp100 juta dari Direktur Rehabilitasi Tuna Sosial Korban Perdagangan Orang, bantuan sembako lagi sebanyak Rp100 juta dari Direktur Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas dan bantuan sebanyak Rp82,5 juta dari Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial.

Melalui dukungan tersebut, Kemensos mengharapkan keterlibatan para kader PUI secara aktif dalam aksi-aksi sosial.

“Jadi bagaimana PUI juga bisa aktif ikut terlibat dalam upaya-upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh negara,” kata Mensos. (Ant)